4 Siswa SMP Al Fatih Sukses Rampungkan 30 Juz Target Ziyadah Susul Semangat Seniornya Ikut MTQ Nasional 2026 Tingkat SMA di Semarang
Pekanbaru - forumRiau.com : Yayasan sekolah Islam terpadu Al Fatih Pekanbaru kembali umumkan target prestasi siswa siswi atau santrinya yang sukses menyelesaikan target Ziyadah Al Qur'an 30 Juz. Pada periode ini, di tingkat SMP IT Tahfidz Al Fatih ada 4 orang siswa yaitu Fawwaz Akbar, Muhammad Hanif Alfatih, Muhammad Farhat Aljufri dan Evan Riski Fernanda.
Mereka menyusul seniornya dari SMAIT Al-Fatih Pekanbaru yang telah membawa semangat dan nama harum bagi Riau, yaitu Andi Rahli Azizi yang dipercaya jadi delegasi Riau dalam ajang MTQ Nasional ke 31 tahun ini, dalam cabang Musabaqoh Fahmil Qur'an di Semarang.
Kepala Sekolah SMP IT Al Fatih Pekanbaru, Ust Haidi MPd, didampingi Ketua Pendiri Yayasan Sekolah IT Al Fatih Pekanbaru, Anthon Yuliandri mengatakan, bahwa prestasi siswa Al Fatih terintegrasi dengan baik hingga semua tingkatan. Sehingga menjadi motivasi positif yang saling membangun antar siswa hingga mencapai prestasi mereka, baik tingkat nasional bahkan untuk internasional ke depan.
"Ini kabar yang membanggakan datang dari SMAIT Al-Fatih Pekanbaru. Salah seorang siswa terbaik, Andi Rahli Azizi, siswa kelas XII Ikhwan, dipercaya menjadi bagian dari delegasi Provinsi Riau dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 yang diselenggarakan di Semarang. Andi akan mewakili Riau pada cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ).
Keikutsertaan Andi Rahli Azizi dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi representasi semangat generasi muda Riau dalam mencintai, memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi adik adik tingkatan mereka di SMPIT al-Fatih juga 4 orang telah merampungkan 30 Juz Al Qur'an target Ziyadah.
Dengan membawa nama Provinsi Riau, Andi diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui pendidikan, keislaman, serta pengembangan diri. Bagi keluarga besar yayasan Al-Fatih Pekanbaru, keberangkatan Andi menuju panggung nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah.
Perjalanan tersebut tidak hanya berbicara tentang kompetisi dan target prestasi, tetapi juga tentang proses panjang yang meliputi
kedisiplinan, kesungguhan dalam belajar, latihan, doa, serta keberanian membawa nama daerah dan lembaga pendidikan ke tingkat nasional," terang Haidi MPd.
Ditambakan Anthon Yuliandri, prestasi tersebut bukan instan namun berawal dari kesungguhan dan proses pembinaan.
"Perjalanan Andi Rahli Azizi hingga dipercaya menjadi bagian dari delegasi Provinsi Riau tentu tidak hadir secara instan. Di balik pencapaian tersebut terdapat proses belajar, latihan, pembinaan, pendampingan dan doa yang terus mengiringi setiap langkahnya," ungkap Anthon.
Untuk diketahui, lanjut Anthon, Cabang Musabaqah Fahmil Qur’an menuntut peserta memiliki kemampuan memahami berbagai
kandungan Al-Qur’an, wawasan keislaman yang luas, ketepatan dalam menjawab pertanyaan, kecepatan berpikir, serta kemampuan bekerja secara optimal dalam suasana kompetisi.
"Karena itu, keikutsertaan Andi di tingkat nasional menjadi salah satu bukti pentingnya pembinaan generasi Qur’ani yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Al-Fatih Pekanbaru memandang bahwa prestasi seorang siswa tidak semata-mata diukur
dari angka, penghargaan, atau piala yang berhasil diraih. Prestasi sejati adalah ketika ilmu yang diperoleh mampu menjadi bekal kehidupan dan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi pedoman dalam membentuk karakter," jelas Anthon.
Sosok Andi Rahli Azizi menjadi salah satu gambaran dari proses pembinaan tersebut. Ia tidak hanya dipersiapkan untuk berkompetisi, tetapi juga untuk tumbuh menjadi generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Membawa Nama Riau dan Harapan Berangkat ke Semarang sebagai bagian dari delegasi Provinsi Riau tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi Andi dan keluarga besar SMAIT Al-Fatih Pekanbaru.
Dibalik identitas yang dikenakannya, terdapat nama keluarga, sekolah, daerah dan masyarakat Riau yang turut ia bawa. Namun demikian, keluarga besar SMAIT Al-Fatih Pekanbaru mengingatkan bahwa kemenangan bukan semata-mata tentang menjadi yang terbaik di antara peserta lainnya. Kemenangan juga berarti keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam menjalani setiap proses, serta kemampuan untuk tetap rendah hati ketika memperoleh prestasi.
Kepala Sekolah SMAIT Tahfizh Al-Fatih, Ustaz Ilham Dwitama Haeba, Ph.D., menyampaikan
harapannya agar Andi dapat menjalani seluruh rangkaian MTQ Nasional dengan tenang, percaya diri, dan penuh keikhlasan.
“Kami berharap Andi dapat menjalani seluruh rangkaian MTQ Nasional ini dengan tenang,
percaya diri, dan penuh keikhlasan. Jangan hanya mengejar hasil, tetapi nikmati prosesnya. Karena setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh, insyaallah akan menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter dan masa depan," ucap Ust Ilham.
Menurutnya, kesempatan tampil dalam ajang nasional merupakan amanah besar yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Pada saat yang sama, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan bagi Andi untuk belajar, mengembangkan diri, serta memberikan inspirasi kepada
generasi muda lainnya. Keluarga besar SMAIT Al-Fatih Pekanbaru pun memberikan dukungan penuh dan doa terbaik bagi
Andi Rahli Azizi. Semoga ia mampu memberikan penampilan terbaik, menjaga nama baik Provinsi Riau dan almamater, serta menjadikan pengalaman di MTQ Nasional ke-31 sebagai bagian penting dari perjalanan untuk menjadi generasi Qur’ani yang berprestasi dan berkarakter.
"Selamat berjuang, Andi Rahli Azizi. Bawa semangat, bawa doa, dan bawa nama baik Riau. Semoga Ananda dipermudahkan dalam menjaga hafalannya, mengamalkan isi Al-Qur'an dan Al-Qur'an bisa menjadi cahaya, penolong, serta syafa'at hingga akhir hayat," pungkas ust Ilham.***






