Featured Post

Jumpai Bapenda Riau Soal Target PKB dan BBNKB, Ini Kata Ketua Pansus Optimalisasi PAD Riau 2026

Jumpai Bapenda Riau Soal Target PKB dan BBNKB, Ini Kata Ketua Pansus Optimalisasi PAD Riau 2026 Pekanbaru - forumRiau.com: Ketua Panitia Khu...

SPMB Santri Baru Boarding School Al Fatih Rimbo Panjang Kampar link daftar klik banner 👇

Jumpai Bapenda Riau Soal Target PKB dan BBNKB, Ini Kata Ketua Pansus Optimalisasi PAD Riau 2026

forumriau.com 27.7.26


Jumpai Bapenda Riau Soal Target PKB dan BBNKB, Ini Kata Ketua Pansus Optimalisasi PAD Riau 2026


Pekanbaru - forumRiau.com: Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Riau 2026 DPRD Riau, H.Abdullah MPd, lakukan peninjauan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Senin 27/7/2026 di jalan Sudirman, Pekanbaru.


Kunjungan ini sebagai evaluasi program dan sistem untuk peningkatan PAD Riau 2026 dari sektor pajak yang ditarget Rp.1 triliun (Rp.1.000 Miliar) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Dimana dua sektor ini masih 42% atau sekitar Rp.400 miliaran dari target Rp.1 triliun di waktu awal semester dua, tahun ini. Namun di sektor lain, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Pajak Alat Berat, mencapai target. 


Abdullah dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Riau, Dapil Kabupaten Pelalawan - Siak ini mengakui, ada kendala teknis di dua sektor tersebut. Hal ini terkait penanganan layanannya melibatkan dua instansi lainnya setelah Bapenda Riau yakni Dirlantas Polda Riau dan Jasa Raharja. 


"Secara teknis layanan karena ada melibatkan instansi lain setelah Bapenda yaitu Dirlantas dan Jasa Raharja serta Satgas Satu. Perlu sinkronisasi layanannya agar SAMSAT ini jadi satu persepsi," ungkap Abdullah. 


Namun Abdullah mengatakan, sektor PKB dan BBNKB tersebut sebenarnya jika dibanding tahun lalu secara nominal sudah melampauinya. 


"Jika dibanding tahun lalu, nominal tahun ini sudah melampauinya, karena tahun lalu target cuma 800 miliar. Sementara tahun ini target 1 triliun dan pada bulan ini telah mencapai 400 miliaran. Tapi sektor lain mencapai target seperti bahan bakar dan alat berat, mencapai target," ungkap Abdullah. 


Akan tetapi Abdullah optimis masih ada opsi solusi untuk kendala layanan item sektor PKB dan BBNKB tersebut, dimana dalam formulir pembayar pajak ada sejumlah poin yang perlu direvisi. 


"Ada poin di formulir pembayar pajak, kita temukan agak memberatkan pemilik kendaraan. Ini sepertinya jadi kendala bagi pembayar pajak sektor PKB dan BBNKB, makanya kita perlu koordinasi lagi ini dengan instansi terkait, Dirlantas Polda Riau, Jasa Raharja dan Satgas Satu ini," pungkas Abdullah.*** Penulis: Suryadi 


Tinjau Proyek Simpang Purna MTQ Ini Kata Kadis PUPR Pekanbaru

forumriau.com 27.7.26


Tinjau Proyek Simpang Purna MTQ Ini Kata Kadis PUPR Pekanbaru 

Pekanbaru - forumRiau.com: Dinas PUPR Pekanbaru terus lakukan peninjauan proyek pembangunan jalan di simpang Purna MTQ Pekanbaru. Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah ditemui di lokasi proyek, Senin 27/7/2026 mengatakan, bahwa pengerjaan proyek ini telah berjalan sesuai progresnya. Bahkan saat ini melebihi 1% dari skedulnya progres pembangunan yang direncanakan. 

"Progres pembangunan saat ini berjalan lancar sesuai skedulnya. Bahkan saat ini 1% melebihi progres pembangunan yang seharusnya 10 persen pada bulan ini dikerjakan telah 11%. Jadi semua berjalan dengan baik," jawab Edward.

Menurutnya, pengerjaan yang saat ini telah berjalan karena proyek tersebut bersumber dari anggaran APBD murni Pekanbaru dan juga ada bantuan CSR dari Awalbros. 

"Karena ini kita dari APBD murni kan, dan juga ada CSR dari Awalbros. Semua berjalan dengan baik dan on progres, Desember 2026 selesai," ungkap Edward. 

Karena selama proses pengerjaan proyek tersebut berada di lokasi jalan Sudirman dan Arifin Achmad Pekanbaru yang ramai dilalui pengguna jalan, maka atas nama Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, pemerintah kota Pekanbaru dalam hal ini Kadis PUPR Pekanbaru Edward Riansyah sampaikan mohon dukungan dari masyarakat dan bersabar karena pengerjaan proyek ini sedang berjalan dan proses selesai sesuai waktunya. 

"Kami mohon pada masyarakat, jelang ini selesai mohon dukungannya, mohon bersabar, karena ini sedang kita kerjakan, dengan profesional dan bertahap sehingga dapat selesai susai pada waktunya," pungkas Edward.*** Penulis: Suryadi

Aksi di Mapolda Riau, Pengurus LSM MAMPIR Jumpai Kapolda Desak Proses Pelaku Ancaman Pembunuhan Terhadap Ketumnya

forumriau.com 27.7.26


Aksi di Mapolda Riau, Pengurus LSM MAMPIR Jumpai Kapolda Desak Proses Pelaku Ancaman Pembunuhan Terhadap Ketumnya 

Pekanbaru - forumRiau.com: Pengurus LSM-Masyarakat Pendukung Pembangunan Riau (LSM-MAMPIR) akan jumpai Kapolda Riau untuk mendesak proses hukum terhadap ancaman pembunuhan pada Ketua Umum LSM-MAMPIR, Haryanto. Orasi itu dilakukan pengurus LSM MAMPIR, Senin 27/7/2026 di halaman Mapolda Riau. 

Ancaman pembunuhan itu di akun media sosial Ketua Umum LSM MAMPIR, Haryanto telah melaporkan ke Mapolda Riau, 22/7/2026 silam. Oleh karenanya, pada hari ini Haryanto beserta jajarannya lakukan aksi damai menuntut Polda Riau segera tangkap pelaku yang diduga telah melakukan ancaman terhadapnya di media sosial FB.

"Kami telah melaporkan kasus ini ke Polda Riau pada 22/7/2026 kemarin, jadi hari ini kita orasi agar laporan kami segera disidik oleh Polda Riau. Karena ancaman ini, selain mencemarkan nama baik saya, juga sangat sarat akan ancaman pembunuhan terhadap saya," ujar Haryanto.

Laporan itu, lanjut Haryanto, terkait dengan postingannya di akun FB Haryanto yang ditulisnya “Hura..! Wahid Akan Bebas 8 Tahun Yang Akan Datang…?” pada tanggal 21 Juli 2026 dengan melampirkan foto Haryanto hasil editan AI.

Dalam postingan itu ada komentar muncul dari akun atas nama Onni Karis Kawrleusa berkomentar “Ang kalau sempat pak aw bebas, den buek ang hilang malam dari Pekanbaru ko, cam kan kato Kato Aden ko, sumpah demi Allah lillahi taala den cegat malam ang” dimana jika diartikan dalam bahasa Indonesia jadi seperti ini: 

“Kau kalau sempat pak AW bebas, kubuat kau hilang malam dari Pekanbaru ini, cam kan kata kata ku ini, sumpah lillahi taala, ku cegat malam kau” maksud komentar tersebut.

Tidak cukup dengan ancaman itu saja, bahkan komentar berlanjut dengan kata-kata, “Woi anjiang den tunggu ang kini di kopi kenangan di Arifin, baa maa aadok ang Samo den pantek," jika diartikan maka jadinya seperti ini: "Woi anjing, ku tunggu kau di kopi kenangan di Arifin (jalan Arifin Achmad-red). Gimana, mau kau berhadapan dengan ku, pantek," 

Komentar melecehkan dan penghinaan juga berlanjut terhadap Haryanto dimana mengarah pada almarhum ibunya dihina atas komentar dengan bahasa: “pinjam Amak ang lah, den kentot tagak Amak ang tu," jika diartikan jadinya seperti ini: “pinjam ibu kau lah, aku kentox berdiri ibu kau itu,".

Atas dugaan pengancaman dan pelecehan tersebut, Haryanto telah melaporkan resmi akun FB atas nama Onni Karis Kawrleusa ini ke Polda Riau.

"Saya heran, dimana kesalahan saya dari postingan itu. Foto foto saya, kata kata yang saya tulis juga opini dan pandangan pribadi saya. Tak ada maksud menyinggung siapapun. Tiba tiba ada komentar seperti itu, jadi saya wajib melaporkan ini agar saya dapat perlindungan hukum oleh negara dari aparat penegak hukum, khususnya Polda Riau. Kami berharap ini segera diusut dan ditangkap terduga pelakunya," pungkas Haryanto.***

 Penulis: Suryadi 


Ini Kata Kadisbun Riau Hadiri Pelatihan Pupuk Organik Sawit oleh PT BSI

forumriau.com 26.7.26


Ini Kata Kadisbun Riau Hadiri Pelatihan Pupuk Organik Sawit oleh PT BSI 

Pekanbaru - forumRiau.com: Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Propinsi Riau Supriadi, S.Hut, MT, secara resmi menutup pelatihan petani sawit Riau pada Jumat 24/7 /2026 di Pekanbaru.

Pelatihan yang berlangsung dari 21-24 Juli ini membahas tema "Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik".

Selain kepala dinas perkebunan provinsi Riau, hadir juga Direktur utama PT Best Planter Indonesia (BPI) yang di wakili oleh direktur operasional Friyandito, staf BPI dan seluruh petani sawit peserta pada kegiatan ini.

Direktur operasional BPI Friyandito menyebutkan bahwa ini merupakan pelatihan terakhir bagi petani sawit di provinsi Riau yang mana sebelumnya telah berlangsung beberapa kali angkatan pelatihan dengan berbagai temà pelatihan yang intinya agar sumber daya manusia (SDM) petani sawit lebih baik, cost pekebun bisa ditekan dan produksi sawit bisa meningkat.

“Dengan berakhirnya pelatihan petani kelapa sawit propinsi Riau har ini Best Planter Indonesia bakal melanjutkan pelatihan yang sama di provinsi Sumatera Barat dan provinsi Aceh,” ungkapnya.

Sebagai informasi Pelatihan Petani sawit yang digelar Best Planter Indonesia merupakan pelatihan terakhir dilangsungkan di provinsi Riau yang mana sebelumnya sudah ada pelatihan serupa dengan berbagai tema pelatiahan yang digelar sejak bulan Juni lalu.

Semetara itu Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Riau Supriadi, S.Hut, MT dalam sambutannya mengucapakan terimakasih kepada BPI yang menjalankan program Ditjenbun Kementerian Perkebunan dan BPDP tersebut.

“Ini merupakan upaya kita memaksimalkan, upaya kita memanfaatkan pupuk organik sehingga budidaya semakin ramah lingkungan terutana sawit, mudah-mudahan bagi seluruh peserta, semua ilmu yang didapat dapat diaplikasikan di kebun masing masing, kalaupun suatu saat bisa punya usaha untuk pupuk organik akan lebih baik untuk tambahan penghasilan bagi pekebun kita,” ujarnya.

“Pupuk organik merupakan salah satu upaya kita bersama umtuk.menciptakan sawit berkelanjutan salah satu indikator yang paling besar dan mendasar dalam perkebunan kelapa sawit berkelanjutan adalah pembukaan pupuk organik yang semakin besar,” lanjut Supriadi.

Propinsi Riau sebagai pemilik kebun sawit terluas di indonesia 3,8 juta hektar, Supriadi menyebut kebututuhan pupuk Riau ada di sekitar 4 juta ton atau sekitar Rp 20 trilyun setiap tahunnya.

“Sebuah kebutuhan yang sangat tinggi dan anggaran yang sangat besar,” pungkas Kadisbun Riau.*** 

Ninik mamak Dan Penghulu desa teratak buluh beri santunan bulanan janda dan fakir miskin di Masjid Raya  Teratak Buluh

forumriau.com 24.7.26


Uploaded Image

KAMPAR - Ninik mamak dan penghulu desa teratak buluh laksanakan kegiatan pemberian santunan bulanan kepada janda dan fakir miskin sekaligus pemberian honor bulanan pegawai Masjid Raya Teratak Buluh, Jumat (24/07/2026).

Pemberian santunan ini dilaksanakan di Masjid Raya Teratak Buluh yang dihadiri oleh para donatur yang terdiri dari para pengusaha yang berada di desa teratak buluh, ninik mamak, anak kemenakan, pengurus masjid dan masyarakat desa teratak buluh.

Salah satu ninik mamak, Anto menjelaskan kegiatan santunan ini terdiri dari pemberian paket sembako sebanyak 155 paket, pemberian santunan untuk janda dan fakir miskin serta pemberian bantuan  bulanan kepada Masjid Raya Koto Teratak Buluh.

Anto menambahkan bantuan sembako dan santunan ini berasal dari para pengusaha yang menjalankan usahanya di desa teratak buluh.

"Bantuan sembako dan pemberian santunan untuk janda dan anak yatim serta bantuan untuk Masjid raya koto teratak buluh ini berasal dari pengusaha yang ada di desa teratak buluh. Kami tak bisa menyebutkan satu persatu siapa namanya, yang pasti kami samgat berterima kasih kepada para donator yang sangat peduli kepada anak kemenakan kami yang berada di desa ini".

Pemberian simbolis paket sembako dan bantuan janda dan fakir miskin ini dilakukan oleh penghulu desa teratak buluh. Masyarakat aangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Anto berharap kegiatan pemberian sembako dan santunan janda dan fakir miskin ini dapat terus berlanjut sehingga anak kemenakan di desa teratak buluh ini dapat terpenuhi semua kebutuhan mereka.(Adi Kampai).

Hadir di Tengah Warga Binaan, Waksabi Jadi Upaya Lapas Pekanbaru Tingkatkan Keamanan dan Pembinaan

forumriau.com 23.7.26

Uploaded Image

Pekanbaru – Dalam rangka menjaga situasi tetap aman dan kondusif, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Heru Prabowo bersama jajaran pejabat struktural melaksanakan kegiatan Waktunya Sapa Warga Binaan (Waksabi) dengan turun langsung meninjau blok hunian warga binaan, Rabu (22/07).

Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran aktif jajaran Lapas Pekanbaru di tengah warga binaan sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam pelaksanaannya, Heru bersama tim menyusuri sejumlah kamar hunian untuk memastikan kebersihan lingkungan, kelayakan fasilitas, serta kondisi keamanan di dalam blok tetap terjaga.

Tidak hanya melakukan pengecekan fisik, jajaran Lapas juga berinteraksi langsung dengan warga binaan guna menyerap aspirasi serta memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang harmonis serta mendukung proses pembinaan yang lebih efektif.

Heru menegaskan bahwa kegiatan Waksabi akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap sudut hunian berada dalam kondisi yang layak dan aman. Selain itu, kami juga mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka agar hubungan antara petugas dan warga binaan semakin baik,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Waksabi secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta proses pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan optimal.(INFO_PAS/ADI KAMPAI).

Diduga Galian C Ilegal Milik Oknum Polisi Berpangkat Menengah Beroperasi Bebas di Dumai, Kapolres dumai tutup mata

forumriau.com 21.7.26

Uploaded Image

DUMAI – Aktivitas galian C yang diduga tidak mengantongi izin kembali menjadi perhatian publik di Kota Dumai. Sebuah alat berat jenis excavator terlihat beroperasi di kawasan Jalan Tengku Ahmad, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur. Dokumentasi aktivitas tersebut diketahui diambil pada 18 Juli 2026 dan kini menjadi perbincangan masyarakat.

Aktivitas penggalian tanah dalam skala besar tersebut memunculkan tanda tanya. Pasalnya, setiap kegiatan pertambangan mineral bukan logam dan batuan, termasuk galian C, wajib memenuhi ketentuan perizinan sesuai regulasi yang berlaku. Namun hingga kini, legalitas aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut belum diketahui secara pasti.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa kegiatan tersebut diduga telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Ironisnya, aktivitas itu disebut-sebut masih terus berjalan tanpa adanya tindakan penertiban yang terlihat dari instansi berwenang. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi dan kecurigaan publik mengenai kemungkinan adanya pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap kegiatan tersebut.

Lebih jauh, muncul pula isu mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang disebut-sebut ikut membekingi aktivitas galian C tersebut. Meski demikian, informasi itu masih sebatas dugaan dan memerlukan penyelidikan serta pembuktian yang objektif oleh pihak berwenang.

Jika benar aktivitas tersebut beroperasi tanpa izin, maka bukan hanya berpotensi merugikan pendapatan negara dan daerah, tetapi juga dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Kerusakan struktur tanah, erosi, sedimentasi, hingga ancaman keselamatan bagi masyarakat sekitar merupakan risiko yang tidak bisa dianggap remeh.

Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Dinas ESDM, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas aktivitas galian C tersebut. Dugaan adanya pihak yang membekingi kegiatan itu juga diminta untuk diusut secara transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap penegakan hukum.

Publik berharap tidak ada praktik tebang pilih dalam penegakan aturan. Apabila ditemukan pelanggaran hukum, siapapun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa memandang status maupun jabatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola kegiatan galian C maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang berimbang dan memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

"Kalau memang tidak memiliki izin, maka harus ditindak tegas. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semua pihak harus diperlakukan sama di hadapan hukum," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Terkait pemberitaan mengenai aktivitaa galian c garuda sakti km 15, ini kata pengelolanya

forumriau.com 21.7.26

Uploaded Image

KAMPAR – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai aktivitas galian tanah di KM 15 Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pihak pengelola dan manajemen secara tegas menyatakan bahwa narasi tersebut tidak benar, sepihak, dan menyesatkan publik.

Pihak manajemen menyayangkan produk jurnalistik yang diterbitkan tanpa konfirmasi yang objektif kepada pengelola di lapangan. Setelah ditelusuri, pemberitaan tersebut diketahui sengaja digulirkan oleh oknum wartawan yang bersikap tendensius akibat rasa sakit hati dan sentimen pribadi terhadap pihak pengelola. Oknum tersebut diduga memanfaatkan media untuk menyudutkan usaha lokal karena kepentingan pribadinya tidak terpenuhi.

Terkait poin-poin yang dituduhkan, berikut adalah fakta dan klarifikasi resmi dari pihak pengelola:

Mitigasi Dampak Lingkungan: Pihak pengelola secara rutin melakukan penyiraman jalan untuk menekan debu dan mengatur lalu lintas truk agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan umum.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Operasional usaha ini berkomitmen penuh memprioritaskan pemuda tempatan, di mana saat ini mayoritas pekerja di lapangan merupakan warga dan pemuda asli dari wilayah sekitar yang terbantu secara ekonomi.

Dukungan Pembangunan Daerah: Aktivitas di lapangan berjalan dengan komitmen tinggi untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah, serta dilakukan secara bertanggung jawab tanpa merugikan pendapatan negara.

Hubungan Baik dengan Aparat: Pihak pengelola selalu bersikap kooperatif terhadap aparat penegak hukum dan instansi pembina terkait guna memastikan seluruh operasional di lapangan berjalan tertib.

Pihak manajemen mengimbau masyarakat dan seluruh mitra kerja untuk tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang didasari oleh motif sakit hati oknum tertentu. Pihak pengelola juga mencadangkan hak hukum untuk melaporkan oknum wartawan dan media terkait ke Dewan Pers atas pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Proyek Puluhan Miliar oleh Mahasiswa Rohil GEMARI Bersih

forumriau.com 20.7.26


Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Proyek Puluhan Miliar oleh Mahasiswa Rohil GEMARI Bersih 


Pekanbaru - forumRiau.com : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir, Khoirul Fahmi ST, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Polda Riau. Laporan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada dua paket proyek infrastruktur jalan bernilai puluhan miliar rupiah. Laporan ini resmi dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Riau Bersih (GEMARI), Senin 20/7/2026 di Pekanbaru, dengan nomor surat 013/BPH/GEMARI-BERSIH/VII/2026.


Menurut Pengurus Harian GEMARI Bersih, Robi Sugara, laporan tersebut mencakup dugaan penyimpangan pada Paket Peningkatan Jalan Lintas Menggala, Kecamatan Tanah Putih, Tahun Anggaran 2025 senilai Rp.8.152.721.000, serta Pembangunan Jalan Beton Rigid di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kubu Babussalam, Tahun Anggaran 2025 senilai sekitar Rp26,5 miliar. Sehingga total nilai proyek yang menjadi objek laporan mencapai sekitar Rp34,6 miliar.


Robi mengatakan laporan disampaikan kepada dua institusi penegak hukum sekaligus, sebagai bentuk dorongan agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional, independen, dan transparan.


Menurutnya, laporan tersebut memuat dugaan penyimpangan yang meliputi proses lelang, penetapan pemenang tender, hingga dugaan gratifikasi yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan proyek.


"Kami berharap Kejati Riau dan Polda Riau segera menindaklanjuti laporan ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat," ujar Robi.


Pernyataan resmi dari Kejati Riau maupun Polda Riau belum didapat atas laporan tersebut. Demikian juga halnya Kepala Dinas PU Kabupaten Rokan Hilir, Khoirul Fahmi, ST, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas laporan GEMARI Bersih tersebut.***

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan, Ditlantas Polda Riau Gelar Police Goes to School di SMAN 19 Pekanbaru

forumriau.com 20.7.26


Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan, Ditlantas Polda Riau Gelar Police Goes to School di SMAN 19 Pekanbaru

Pekanbaru – Dalam upaya membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan di jalan raya, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) kembali menggelar program Police Goes to School di SMAN 19 Pekanbaru, Jalan Garuda, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Tampan, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., ini diawali dengan pelaksanaan upacara bendera, di mana AKBP Dasril bertindak sebagai inspektur upacara. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memberikan pembinaan kepada para pelajar mengenai pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap hukum, serta budaya keselamatan dalam berlalu lintas.

Dalam amanatnya, AKBP Dasril juga memperkenalkan program-program unggulan Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, yaitu Program RAGA (Rabu Anti Geng dan Anarkisme), Green Policing, Jalur (Jelajah Riau untuk Rakyat), serta RADAR (Riau Damai Anti Cybercrime). Keempat program tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Riau dalam membangun generasi muda yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, mampu menangkal pengaruh negatif, dan bijak memanfaatkan ruang digital.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan kampanye keselamatan berlalu lintas melalui penyampaian materi mengenai etika berkendara, pentingnya mematuhi rambu-rambu dan peraturan lalu lintas, serta penjelasan mengenai batas usia yang diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor roda dua. Para siswa juga diingatkan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari diri sendiri.

Sebagai bentuk dukungan terhadap budaya keselamatan, Ditlantas Polda Riau menyerahkan helm berstandar SNI kepada sejumlah pelajar, membagikan tumbler sebagai bagian dari kampanye gaya hidup ramah lingkungan, serta memberikan buku panduan keselamatan berlalu lintas sebagai media edukasi.


Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bibit tanaman buah kepada pihak sekolah sebagai implementasi Program Green Policing. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, mengatakan bahwa pembinaan kepada kalangan pelajar merupakan langkah strategis untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya yang ditanamkan sejak di bangku sekolah. Kami ingin para pelajar menjadi pelopor keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, tidak mengendarai kendaraan sebelum memenuhi persyaratan usia, serta mampu menjadi contoh yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, kami optimistis angka pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan pelajar dapat terus ditekan,” ujar AKBP Dasril.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program Police Goes to School merupakan salah satu langkah preventif Ditlantas Polda Riau dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.

“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus kita lindungi. Melalui Police Goes to School, kami tidak hanya memberikan edukasi tentang aturan lalu lintas, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan. Kami berharap para pelajar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus mendukung program-program Kapolda Riau, termasuk Green Policing, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Provinsi Riau,” ungkap Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika.

Kepala Sekolah SMAN 19 Pekanbaru, Agusmir, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan Ditlantas Polda Riau sangat bermanfaat dalam membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, memahami aturan berlalu lintas, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Police Goes to School yang dilaksanakan Ditlantas Polda Riau di SMAN 19 Pekanbaru. Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pemahaman langsung kepada para siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas, disiplin, dan tanggung jawab. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar para pelajar semakin sadar akan keselamatan di jalan raya dan mampu menjadi generasi yang lebih baik,” ujar Agusmir, M.Pd.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis, tanam pohon bersama, foto bersama seluruh peserta, serta penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Melalui program Police Goes to School, Ditlantas Polda Riau terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang disiplin, peduli terhadap keselamatan, dan siap menjadi pelopor Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Riau. (***) 

Pastikan keamanan dan ketahanan pangan, kalapas bangkinang sambut kunjungan perdana kakanwil ditjenpas riau

forumriau.com 19.7.26

Uploaded Image

BANGKINANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, beserta jajaran menyambut hangat kunjungan kerja perdana Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi beserta jajaran di Lapas Kelas IIA Bangkinang, Senin (13/07/2026).

Kunjungan perdana tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan sekaligus memastikan penyelenggaraan keamanan, pembinaan, serta program pemberdayaan warga binaan berjalan secara optimal.

Didampingi Kalapas, Alexander Lisman Putra dan pejabat struktural, Kakanwil Rudy Fernando Sianturi meninjau langsung blok hunian warga binaan serta berbagai sarana dan prasarana penunjang keamanan dan ketertiban. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapas tetap aman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Usai meninjau area pengamanan, rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan ketahanan pangan Lapas Kelas IIA Bangkinang. Di lokasi tersebut, Kakanwil melihat secara langsung budidaya ikan lele yang dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan bahwa aspek keamanan dan pembinaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Menurutnya, program ketahanan pangan tidak hanya mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, tetapi juga menjadi wadah pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal hidup yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

"Keamanan yang kondusif merupakan fondasi keberhasilan pembinaan. Melalui program ketahanan pangan, kita tidak hanya menciptakan lapas yang produktif, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat," ujar Rudy Fernando Sianturi.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan apresiasi atas kunjungan perdana Kakanwil Ditjenpas Riau. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keamanan, serta mengoptimalkan program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan warga binaan yang produktif dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan perdana Bapak Kakanwil di Lapas Kelas IIA Bangkinang. Arahan dan perhatian yang diberikan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus bekerja secara profesional, menjaga keamanan, serta menghadirkan program pembinaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi warga binaan," ungkap Alexander.

Melalui kunjungan kerja ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang semakin memperkuat komitmennya dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional melalui penguatan aspek keamanan, peningkatan kualitas pembinaan, serta pemberdayaan warga binaan secara berkelanjutan. Dengan dukungan dan arahan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, diharapkan seluruh program yang dijalankan dapat terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.(INFO_PAS/ Adi kampai).