Featured Post
Satgas TMMD ke-127 Kodim 0301/Pbr Hadirkan Penyuluhan Kesehatan untuk Warga
FORUMRIAU.COM - PEKANBARU - Selain melaksanakan pembangunan fisik, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru juga terus mengop...
Jumat Pertama Ramadhan, Harapan Menggema dalam Sholat Jumat Berjamaah di Lapas Pekanbaru
Pekanbaru – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah bersama Kepala Lapas Pekanbaru, dan jajaran petugas Lapas Pekanbaru, Jumat (20/02/2026).
Bakar Lemang Pemuda Kreatif Tirta Siak Sambut Ramadhan 1447 H
Bakar Lemang Pemuda Kreatif Tirta Siak Sambut Ramadhan 1447 H
PEKANBARU - FORUMRIAU.COM: Menyambut Ramadhan selalu membawa suasana haru dan penuh harapan. Bulan suci ini menjadi momen istimewa untuk memperbaiki diri serta memperbanyak ibadah dengan hati yang lebih tenang. Dalam rangka menyambut Ramadhan, banyak orang mulai mempersiapkan kebutuhan puasa dan merencanakan berbagai amalan. Lingkungan sekitarpun terasa lebih hangat dengan semangat kebersamaan yang semakin kuat.
Hal ini ditunjukkan oleh pemuda Kreatif Tirta Siak Membakar lemang Season 2, bertempat di Tirta Sungai Siak Jalan Kayu Manis ujung, kegiatan berlangsung selasa sore, 17/02/2027.
Hadir lurah tirta siak, Darwin S.Pi,
Lurah Tampan Hermayeni, Babinkambtimnas, LPM, Ketua Pemuda sekaligus Ketua Penyelenggara, Randi Kurniawan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan ratusan masyarakat.
Randi Kurniawan dalam wawancara bersama awak media katakan giat ini akan dibuat setiap tahunnya.
"Kegiatan bakar lemang season 2, alhamdulillah kegiatan ini akan berlanjut setiap tahunnya, berterima kasih banyak terhadap donatur sukesnya kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kemudian kamipun berterima kasih kepada perangkat pemerintah, atas dukungan tradisi ini dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan bakar lemang season 2 ini," ujarnya.
Sebagai ketua pemuda dan ketua pemuda kreatif tirta siak sangat mensupport kegiatan kegiatan tradisional, kata Randi, pada bulan agustus kegiatan pacu sampan sudah dilaksanakan sampai season ke 5.
Selanjutnya Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, dalam sambutam Melalui Lurah Tirta Darwinra S.Pi Siak menyampaikan, kegiatan ini yang kedua dilaksanakan dari tahun lalu, dengan harapan ini tetap berlanjut dilaksanakan oleh pemuda kreatif dan bila perlu ada lagi kreatifitas lain jadi harapan positif semua dari pemerintah juga.
"Kegiatan tadi ada bakar lemang, mandi belimau kasai secara simbolis di pinggiran sungai siak, pesan kita tetap berjuang terus jaga hubungan silaturahmi, sehingga pemuda tetap kreatif kedepannya," ujar lurah (penulis : syafri)***
Cegah Konflik Meluas, Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Agrinas Soal KSO di Riau

Cegah Konflik Meluas, Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Agrinas Soal KSO di Riau
PEKANBARU - FORUMRIAU.COM: Carut marut pemberian KSO (Kerja Sama Operasional) hingga terjadi bentrokan warga di beberapa lokasi kebun di Riau dinilai sebagai kegagalan penerapan perintah Presiden oleh aparatur yang berwenang di Riau, terutama dari PT Agrinas Palma Nusantara.
Gerakan Masyarakat adat (GEMA) Melayu Riau melalui Tokoh senior pergerakan DT.H.Tarlaili menyampaikan, bahwa kehadiran PT Agrinas Palma Nusantara di Riau tidak membawa dampak yang baik terhadap penunjukan KSO untuk mengelola Perkebunan kelapa sawit sejak adanya keputusan presiden hingga sekarang.
Timbulnya berbagai gejolak di daerah, dikarenakan KSO yang ditunjuk oleh Agrinas tidak pernah dibicarakan baik itu kepada masyarakat adat maupun masyarakat tempatan dimana kebun itu berada. Hal ini disampaikan DT. Tarlaili kepada media saat ekspose kajian dampak kebijakan KSO Agrinas tanpa melibatkan masyarakat adat Riau, Sabtu (14/02/2026) di Pekanbaru.
Kata DT. Tarlaili, pemicu timbulnya berbagai persoalan di lapangan hingga menimbulkan bentrok dilatarbelakangi penunjukkan perusahaan atau lembaga yang diberikan KSO oleh Agrinas umumnya berasal dari luar daerah.
"Bentrokan terjadi, seperti yang di Duri- Bengkalis, Sontang, Bonai Darussalam Rohul dan di daerah lainnya. Masyarakat Tempatan selama ini merasa punya hak dan pekerjaan di kebun mereka, tiba tiba dilarang dengan alasan lahan sitaan dan sudah diambil alih PT Agrinas. Setelah itu, PT Agrinas menunjuk perusahaan atau lembaga lain mengelola lahan tanpa melibatkan masyarakat sekitarnya yang selama ini bekerja di lahan itu," jelas DT. Tarlaili.
Selanjutnya, menurut DT.Tarlaili berpandangan ke depan, jika ini terus dilakukan tanpa melibatkan Pemerintah Daerah dan Lembaga yang menaungi masyarakat Adat, maka tidak tertutup kemungkinan Agrinas akan dikatakan sebagai pihak yang membuat permasalahan di Tanah Melayu ini.
"Jika Agrinas ingin dikenang baik oleh masyarakat Riau haruslah memperhatikan keberadaan masyarakat adat disekitar kebun tersebut," saran Tarlaili.
DT. Tarlaili menegaskan, jika PT Agrinas tetap tidak mengindahkan keberadaan masyarakat Adat maupun Tempatan, maka lebih baik KSO dihentikan agar konflik sosial antara masyarakat dan pemegang KSO atau petugas lainnya tidak terjadi lagi.
DT. Tarlaili meminta kepada Presiden Prabowo agar dapat melakukan evaluasi kinerja dari PT. Agrinas Palma Nusantara di Riau dan menghentikan sementara KSO agar tanah Melayu ini kondunsif.
"Untuk kurangi konflik di masyarakat adat Melayu Riau, pak Presiden harus berhentikan sementara KSO dan evaluasi kinerja PT. Agrinas," pungkas DT. Tarlaili. (Rls)
Polres Kampar Siapkan Diri Sambut Berkah Ramadhan, Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad Terbuka untuk Umum'!
Ini kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Santap Masakan di Pondok Gurih Alas Daun
Ini kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Santap Masakan di Pondok Gurih Alas Daun
Pekanbaru – FORUMRIAU.COM : Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menyempatkan diri makan siang di Pondok Gurih Alas Daun pada Ahad (15/02/2026) di Pekanbaru. Putra asli Riau ini terlihat menikmati suasana santai dan penuh keakraban dalam momen makan siang tersebut.
Kedatangan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sangat disambut baik oleh owner Pondok Gurih Alas Daun, Ferlina Susanti. Kehadiran orang nomor satu di Kementerian Kehutanan Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto ini jadi momen istimewa bagi pemilik dan seluruh karyawan pondok Gurih Alas Daun aun.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli Antoni tampak menikmati sajian khas yang menjadi andalan Pondok Gurih Alas Daun. Rumah makan bernuansa tradisional ini dikenal menyajikan kuliner lokal dengan cita rasa autentik yang menjadi favorit masyarakat Pekanbaru.
“Kuliner daerah seperti ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujar Raja Juli Antoni disela makan siang itu.
Kunjungan singkat ini menjadi momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna, sekaligus menunjukkan kedekatan Menteri Kehutanan dengan masyarakat serta pelaku usaha lokal di Riau.
Owner Pondok Gurih Alas Daun, Ferlina Susanti, mengaku sangat bangga restorannya dapat disinggahi oleh Menteri Kehutanan.
“Kami sangat bangga dan terhormat karena Pondok Gurih Alas Daun bisa menjadi tempat makan siang Pak Menteri. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan cita rasa,” ujar Ferlina Susanti.
Kunjungan singkat tersebut menjadi simbol kedekatan Menteri Kehutanan dengan masyarakat serta dukungan terhadap pelaku usaha lokal di Provinsi Riau.***
Datangi Kejati, GEMA Melayu Riau Perjuangkan Hak Tanah Masyarakat Adat
Datangi Kejati, GEMA Melayu Riau Perjuangkan Hak Tanah Masyarakat Adat
PEKANBARU - FORUMRIAU.COM: Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau mendatangi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau membicarakan mengenai masyarakat adat dan Tanah ulayat.
Dalam pertemuan, Tarlaili, S.Ag, Wakil Ketua GEMA Melayu Riau menyampaikan kondisi masyarakat adat dan ulayat pasca sita lahan perkebunan sawit di kawasan hutan oleh Satgas PKH.
"Keberadaan masyarakat adat dengan tanah ulayatnya selama ini tidak pernah terperhatikan oleh pemerintah, sehingga disana sini banyak terjadi masalah yang tidak terselesaikan dan sangat merugikan masyarakat adat," Terang Tarlaili Kepada Kejati Riau, Rabu (11/02/2026) di Pekanbaru.
Tarlaili mengakui, keluarnya Perpres No 5 Tahun 2025, bagi masyarakat adat pada awalnya adalah momentum terbaik untuk pengembalian tanah ulayat.
"Tapi seiring berjalannya waktu pelaksaan Perpres tersebut yang dilakukan oleh Satgas PKH dan Agrinas sama sekali tidak memperhatikan hak masyarakat adat dan banyak menimbulkan masalah masalah di lapangan," kata Tarlaili.
Menurutnya, masalah tersebut terjadi dikarenakan Satgas PKH maupun Agrinas tidak pernah melibatkan masyarakat adat dalam melaksanakan Perpres tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina GEMA Melayu Riau, Dt.H.Fauzi Kadir menyampaikan bahwa di kalangan masyarakat adat melayu ada 3 jenis lahan yaitu tanah hayat, tanah kayat (Grand sultan) dan tanah ulayat.
"Ketiga jenis tanah ini sepenuhnya dikuasai oleh para cukong-cukong yg mendapatkan fasilitas dari oknum yang menduduki jabatan di pemerintahan," ungkap Dt. Fauzi Kadir dalam pertemuan.
Lanjut Fauzi Kadir, hal tersebut menunjukkan bahwa rasa ketidakadilan bagi masyarakat adat. Masyarakat adat hanya jadi penonton di negeri leluhurnya sendiri.
"Untuk itu kehadiran GEMA Melayu Riau ini murni untuk membela hak masyarakat adat yg tertindas," pungkas Fauzi Kadir.
Penyampaian dari kedua tokoh tersebut ditanggapi Kejati Riau, Sutikno. Kata Dt. Firman Edy bahwa Kejati Riau, Sutikno sangat memahami dan akan membantu untuk menindak lanjuti ke Satgas PKH Pusat dan Agrinas.
"Tentunya Kementrian Kehutanan selaku pejabat yang berwenang dalam pengambilan keputusan," kata Firman Edy mengutip pernyataan Kejati Riau dalam memberi tanggapan saat pertemuan.
Lanjut Firman Edy, bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan apabila seluruh stakeholder dapat duduk bersama untuk mengambil langkah strategis penyelesaian masalah di lapangan.
"Dan beliau ( Kajati) juga menyampaikan sudah bersurat kepada Agrinas", ucap Firman Edy.
Firman Edy, mewakili GEMA Melayu Riau mengucapkan Terima kasih kepada Kejati Riau yang telah bersedia menerima kedatangan GEMA Melayu Riau dan menanggapi dengan baik atas penyampaian tentang masalah masyarakat adat dan ulayat di Riau.***
Kalapas Pekanbaru Kukuhkan Tim Satopspatnal, Perkuat Pengawasan dan Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Pekanbaru – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, secara langsung memimpin apel pembentukan dan pengukuhan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal), yang dilaksanakan di Lapangan Lapas Pekanbaru, pada Kamis (12/02). Kegiatan tersebut disaksikan oleh seluruh jajaran petugas Lapas sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan dan menjaga integritas pemasyarakatan.
Perkuat Sinergi Penegak Hukum, Kalapas Pekanbaru Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan 2025 Pengadilan Tinggi Riau
PEKANBARU – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menghadiri secara langsung Sidang Pleno Laporan Tahunan 2025 Pengadilan Tinggi Riau yang digelar pada Kamis (12/2/2026). Bertempat di Ruang Sidang Prof. Dr. H.M. Syarifuddin, S.H., M.H., kehadiran Kalapas menjadi simbol kuatnya sinergi positif antarinstansi penegak hukum di wilayah Riau.
LIN Riau Kecam Oknum Persulit Ganti Rugi Tanah Warga Terdampak Tol Rengat-Pekanbaru
LIN Riau Kecam Oknum Persulit Ganti Rugi Tanah Warga Terdampak Tol Rengat-Pekanbaru
PEKANBARU – FORUMRIAU.COM: Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Riau menyatakan sikap tegas dan kekecewaan mendalam atas dugaan kinerja buruk serta ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum di tingkat Kelurahan, Kecamatan di Pekanbaru.
Hal ini terkait dengan proses ganti rugi pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Rengat-Pekanbaru.
Tindakan ini dipicu oleh banyaknya laporan warga, salah satunya kasus yang menimpa Ibu Asni. Berdasarkan investigasi awal, terdapat indikasi kuat bahwa hak-hak masyarakat sengaja diabaikan atau "dizolimi" oleh oknum-oknum tertentu dalam proses administrasi maupun pembayaran ganti rugi.
Ketua LIN Provinsi Riau, Toni Supriadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan proyek negara menjadi celah bagi oknum untuk merugikan rakyat kecil.
"Kami sangat kecewa dengan kinerja oknum di lapangan. Sebagai langkah nyata, saya telah membentuk dan menerjunkan Tim Khusus untuk melakukan investigasi mendalam. Saya pastikan, LIN Riau akan mengawal kasus ini hingga tuntas sampai masyarakat mendapatkan haknya secara adil," tegas Toni dalam pernyataan resminya.
*Sinergi Bersama DPRD Kota Pekanbaru*
Dalam memperjuangkan hak warga, LIN Riau telah melakukan koordinasi intensif dengan Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Dapil Rumbai, Zulkardi. Sebagai wakil rakyat, Zulkardi memberikan dukungan penuh dan meminta LIN Riau bersinergi dalam membongkar praktik-praktik nakal yang merugikan warga di wilayah Rumbai.
"Zulkardi selaku tokoh masyarakat dan perwakilan rakyat meminta kami bekerja sama secara intensif. Visi kami searah: tidak boleh ada satupun warga yang haknya dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan dalih pembangunan," tambah Toni.
*Peringatan Keras Bagi Instansi Terkait*
LIN Riau menghimbau kepada instansi terkait, khususnya BPN dan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi kinerja jajarannya sebelum temuan investigasi ini dilaporkan secara resmi ke jalur hukum yang lebih tinggi. LIN Riau berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawasi kebijakan publik demi mewujudkan pemerintahan yang bersih di Bumi Lancang Kuning.
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Riau, lanjut Toni, akan menyurati inspektorat, BPK, BPKP dan KPK, juga termasuk Polri maupun kejaksaan atas kasus ganti rugi lahan tersebut.***
Dukung Perencanaan Pembangunan Daerah, Kalapas Pekanbaru Hadiri Forum RKPD Kota Pekanbaru Tahun 2027
Pekanbaru – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai dokumen perencanaan tahunan yang menjadi pedoman arah kebijakan, program, dan prioritas pembangunan Kota Pekanbaru Tahun 2027, Selasa (10/02).





